"Menginspirasi anda semua"

Sabtu, 05 Desember 2015

Kau Lah Bunga di Mataku

20 Gambar Foto Bunga Mawar Merah

"Hei, kenapa kau gak mau datang???" Sahut Ersan, teman ku yang berbadan Gemuk
"Rasanya sakit San...."  Jawabku
"Dia akan lebih sakit jika kau tak mau datang dan memberi do`a untuknya" Ersan meyakinkanku
"Baik lah..., " Ku simpan bunga Mawar merah di meja dan ku beranjak dari kamarku dan bergabung dengan Ersan dan ketiga temanku.


Sabtu, 20 Juli 2002

13 Tahun yang lalu ketika itu sayup terdengar gerimis hujan menjatuhi atap rumahku, ku dekapi sebuah berkas yang tertutupi map berwarna biru. Lalu ku baca dan aku mengerti bahwa aku telah diterima di sekolah tujuanku di SMAN 1 Kota Depok kebanggaanku. Ku yakin bahwa tempat ini lah yang aku inginkan sebenarnya. Siang itu terasa seperti pagi karena langit siang berubah padam ketika kumpulan-kumpulan awan hitam mengerubunginya pertanda bahwa sang hujan akan membanjiri tanah gersang ini karena telah berbulan-bulan di hinggapi kemarau panjang. Namun bagiku hari itu terasa istimewa karena kami Anak-anak baru dari SMAN 1 Kota Depok di kumpulkan dalam satu tempat untuk mengikuti acara pembukaan MOS.

Di acara MOS aku begitu bahagia karena dapat bersahabat dengan orang-orang yang unik. Yang pertama Eep, Eep begitu aneh dengan suaranya yang parau dia tak begitu meyakinkan sebagai seorang lelaki. Kedua Eka, Eka begitu dewasa dan Pede terhadap apa yang dia lakukan, dia begitu halus perkataannya namun anehnya di saat yang bersamaan dia seperti Tukul yang mampu mengocok perut kita dengan tingkah dan lawakannya yang segar, tak kusangka si Eka pandai melawak. Yang ketiga Raihan, Raihan adalah tokoh diantara sahabat kami yang paling puitis dan juga lucu karena disamping dia "amat sangat gemuk" dia begitu gemar menonton film India, entah apa yang difikirkannya sehingga apapun pendapatnya selalu saja dia kait-kaitkan dengan beberapa judul film India. Keempat Ulya, dia satu-satunya sahabat perempuan dalam geng kami yang paling cantik. Ulya orangnya periang dan gaul banget, namun selain dia gaul dan selalu up to date, Ulya sangat pandai dalam pelajaran Biologi. Terakhir Naj, Naj begitu lugu dan sahabat kami yang paaaaaaaling lembut, Naj begitu halus perkataannya, saking halusnya suaranya pun tak dapat aku dengar. hehe.....

Tak seperti MOS-MOS pada saat sekarang, MOS ketika ku dulu sewaktu masih SMA, MOS sangat angker, MOS itu suatu alat untuk balas dendam atas perlakuan senior pada diri junior yang saat ini sedang MOS, entah apa yang harus kita lakukan karena dengan adanya MOS hanya akan menambah daftar panjang korban atas MOS itu sendiri. Seperti kejadian pada waktu itu tatkala kami semua di kumpulkan di lapangan dan membentuk sebuah lingkaran lalu ada satu orang siswa yang katanya hilang. Kami mencoba untuk mencarinya ternyata tidak ketemu karena korban penculikan itu ternyata hanya di umpetin oleh kakak senior, waduh betapa jahatnya kakak senior pada kita. Kami putus asa karena tidak jua mendapat titik terang. Kami benar-benar kalah oleh permainan panitia MOS. Selalu saja ada korban yang mesti kita cari. Si korban bernama Lilis, lalu Lilis pun ami cari sampai larut malam yang pada akhirnya tidak dapat kami temukan.

Tepat pukul 23.00 kami di "Gelinding" supaya masuk tenda dan lekas tidur, karena acara penutupan MOS dilakukan pada pagi hari sekira pukul 08.00 upacara penutupan dilaksanakan. Aku tak bisa tidur dengan keadaan tertekan apalagi sejak teman satu kelas hilang di acara MOS, atau lebih tepatnya dihilangkan. Aku mencoba tertidur tapi tetap saja tak bisa, di saat peserta MOS yang lain tidur pulas aku malah membuka mata dan telinga dan mendengarkan dengan seksama obrolan panitia MOS di basecamp.

"Gel...., tadi tuh kurang serius kamu"
"Masa sih Du,  perasaan sudah mateng deh"
"Emang nasi mateng, mbahmu!!"
"Coba kita pakai acara marah-marah dan ada nangis-nangisnya wah lebih seru tuh"
"Iya bisa asalkan si Lilis udah dikasih tahu dulu"
"Yo wes yo wes, wes bengi turu loh"

Benar dugaanku kan, ternyata ini cuma akal bulus panitia buat ngerjain kita, dasar ya. Pukul 08.00 tepat dan upacara pun di mulai. Kami para peserta MOS benar-benar lelah dengan acara ini, yang kami fikirkan hanyalah pulang, pulang dan pulang. Pembina upacara pun meninggalkan tempat upacara. Anak-anak kelas satu yang baru benar-benar  lucu, disaat penting ini ko malah ada yang pakai kaos kaki warna-warni, tali sepatu pakai tali rafia dan macem-macem lah, mungkin istilahnya ucapan selamat datang di Sekolah atau juga perkenalan dengan warga-warga di Sekolah ini, namun terlepas dari itu semua aku bahagia dan sesuai targetku lulus dari SMP dengan nilai terbaik dan masuk sekolah favorit, oh senangnya......, namun di saat ku mau pulang bawa peralatan aku melihat sosok perempuan kecil dan berjilbab panjang, swiiiiiirrrr..........., aku terpaku melihat keanggunannya siapakah gerangan wanita itu??? kenapa baru kali ini kau kulihat??? kemana saja aku selama ini yah??

Dia masuk ke kelas I B dan aku pun pulang karena mang Iyus sudah menungguku di jalan, "Baiknya aku kenalan besok saja siapa tahu masih bisa kenalan. Akhirnya di siang hari yang temaram itu karena di hinggapi awan hitam cumulonimbus yang siap-siap menurunkan isinya aku pergi pulang dengan hati penuh tanya, aku akan tanyakan pada temanku yang di kelas I B mudah- mudahan dia tahu.

BERSAMBUNG.........
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar