"Menginspirasi anda semua"

Kamis, 17 Desember 2015

Hamzah Izzul Haq, Pelajar SMA yang Menjadi Direktur Utama

     

Mungkin sedikti orang yang tau, tentang kesuksesan seorang pemuda hebat, yang pada di usianya cukup belia dia bisa menduduki sebagai Direktur Utama di perusahaan nya sendiri dan memiliki keuntungan bersih ratusan juta dalam setiap bulannya. Hamzah Izzul Haq, pria kelahiran jakarta pada 1993 ini merupakan potret pemuda sukses, gigih dan penuh kerja keras, sehingga mampu menjadi seseorang yang sukses dalam bisnisnya pada usia yang sangat muda.

          Hamzah kecil memang sudah terlihat bakat di dalam bisnis. Ketika usia kecil dia sudah mulai berjualan kelereng, gambaran, petasan, koran bahkan pernah juga menjadi juru parkir, ojeg payung dan mengamen pun pernah dia jalani pada usia Sekolah Dasar.

          Hamzah sendiri bukanlah sosok anak yang berada pada keluarga yang kurang mampu, bisa dikatakan bahwa keluarga hamzah adalah keluarga mampu bahkan ayahnya adalah seorang dosen pada sebuah  universitas. Namun ayahnya melihat potensi yang dimiliki anaknya dalam bidang bisnis sehingga ayahnya memberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi di dalam diri anaknya pada bidang bisnis tersebut.

          Sejak kelas 4 Sekolah Dasar sebetulnya Hamzah sudah terlihat mandiri, ia tidak pernah malu untuk menambah  uang saku jajannya, dia tidak pernah malu meskipun harus mengamen, menjadi tukang ojeg payung, menjual koran, dll. Hamzah selalu membeli buku dan jajan dari hasil keringatnya sendiri tanpa meminta-minta kepada orang tuanya.

          Akhirnya pada masa SMA sekita kelas 1, hamzah mengembangkan bisnisnya dengan membuka usaha pulsa, menjual buku dan bisnis game online. Dari usaha game onlinnenya ia isa meraup omzet  hingga 1,2  juta per harinya. Berkat keuletannya di dalam berbisnis dia bahkan bisa mendapatkan keuntungan sampai 950.000 per semester nya, jumlah yang cukup besar bagi pemuda yang seusia itu dalam menjalankan bisnis.

          Hamzah muda, tidak begitu saja mengalir lancar dalam menjalankan bisnisnya, tetapi ada lika liku kegagalan yang dia hadapi sehingga sempat membuat dia murung dan cukup beban berat baginya. Awalnya dia berani mengembangkan bisnisnya dengan membuka konter pulsa yang dijalankan tidak sendiri, tetapi dia mengambil orang untuk menjaga konter pulsanya tersebut, namun apa yang terjadi, bukannya untung yang dia dapatkan tapi pada akhirnya konter pulsa yang dibangunnya bangkrut karena penjaga yang tidak amanah, dan manajemen keuangan yang tidak teratur.

          Namun kegagalannya itu dijadikan pelajaran yang sangat berharga baginya, dia merenung dan membaca pengalaman-pengalaman orang-orang sukses lainnya yang juga pernah mengalami kerugian dan kegagalan bahkan jauh leih besar darinya. Kegagalannya itu tidak menjadikan dia lemah dan putus asa, tetapi malah menjadi penggugah semangat untuk bisa kembali menjalankan bisnis yang lebih besar lagi dengan melihat pengalamnnya masa lalunya.

          Hingga pada akhirnya, dia berkesempatan mengikuti sebuah seminar kewirausaahaan dimana pada saat itu, dia bertemu dengan seseorang kenalan yang menawarkan padanya usaha franchise sebuah lembaga Bimbingan Belajar yang pada saat itu ada salah satu cabang bimbel tersebut di daerah Jakarta Pusat yang ingin di Take Over denga harga sebesar 175.000.000,. pada saat itu Hamzah hanya memiliki uang sebesar 5 juta, kemudian karena tergiur dengan usaha tersebut dan mempertimbangkan prosfek usaha bimbel tersebut, dengan modal nekat hamzah mencoba melobi sang ayah untuk meminjamkan uangnya yang akan digunakan modal  membeli bimbingan belajar, kemudian sang ayah meminjamkan uang sebesar 70 juta, uang yang seharusnya dibelikan untuk sebuah modal namun dipakai dulu untuk modal bisnis anaknya tersebut. Kemudian hamzah melobi temannya untuk membayar 75 juta terlebih dahulu kemudian sisanya akan dibayar secara cicil.

          Akhirnya dari bisnis bimbelnya tersebut berkembang pesat, hamzah mampu mengantongi keuntungan sampai 360 juta per semester, dari keuntungannya itu ia putarkan kembali untuk terus mengembangkan bisnisnya itu,  akhirnya dia memiliki 3 lisensi franchise bimbel dengan rata-rata jumlah siswanya 200 orang ke atas, dengan keuntungan bersihnya sekitar 180 juta per semester. Sungguh angka yang luar biasa bagi pengusaha bisnis seusianya.

          Sukses dalam bisnis franchisenya membuat Hamzah termotivasi untuk membangun bisnis kerajinan Sofabed, hingga pada akhirnya tahun 2011, bisnis Hamzah telah resmi berbadan Hukum dengn sebuah nama CV. Hamasa Indonesia. Dan Hamzah Izzul Haq seorang Siswa tingkat SMA sebagai Direktur Utama pada perusahaannya tersebut yang omzet bulannnya bias mencapai total sekitar 100 juta.

Dalam perjalannya di dunia bisnis Hamzah mengamati beberapa hal penting yang tak bias dilewatkan bagi para pelaku bisnis muda laiinya. Pelajaran tersebut menjadikannya sosok pemuda sukses yang mampu berdiri mandiri tanpa harus terus meminta-minta kepada orang tua walaupun keadaan keluarganya adalah keluarga mampu. Hamzah selalu memperbaiki hubungan dengan siapapun, menjalin hubungan shilaturahmi dengan komunitas-komunitas positif, karena baginya komunitas atau lingkungan sangat berpengaruh penting bagi perkembangan dalam membentuk karakter dan jiwa kita. Memperbaiki hubungan dengan orang tua dan kepada sang maha pencipta Allah SWT. Dan selalu menanmkan jiwa dermawan, berbagi terhadap sesame, dengan bersedekah dan lain sebagainya.

          Itulah kisah sosok pemuda pemberani, pemuda impian, pemuda sukses berkat kerja kerasnya, tidak ingin selalu berpangku tangan kepada orang tua, serta mampu berdiri dan berlari meskipun mengalami kegagalan yang menjatuhkan semangat nya
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar