"Menginspirasi anda semua"

Jumat, 27 Februari 2015

Assalamu'alaikum Darul Anwar: First Story

20 Agustus 2013
Malam mendung tidak ada sinar rembulan, malam itu aku duduk berdua dengan Mas Rahmat (Alm). Kami hanya berdua karena kedua rekan kami sedang memperbaiki AC yang rusak. Malam itu kami menatap ruang hampa di langit sana, walaupun mendung dan taka ada bulan dan bintang kami tetap pandangi juga langit itu. Tanggal tua, uang menipis dan harus hutang ke warung pula, kami berfikir dan berandai-andai kalau kita jadi orang kaya namun lamunan Mas Rahmat tidak sama dengan lamunanku yang pada saat itu ingin sekali jadi seorang pengajar. Dalam hati aku sangat menyesal dulu kenapa aku meninggalkan sekolah untuk bekerja di toko minimarket dengan alasan materi, namun lamunanku tak kuceritakan pada  Mas Rahmat, aku hanya berguman iya iya dan iya ketika MAs Rahmat ngomong ngalor ngidul gak karuan. ketika Mas Rahmat beranjak pergi ke warung (Buat hutang Rokok), jari jemariku menekan tombol hp dan megirim sms pada kaka ipar ku yang seorang security di sekolah swasta terkenal, yang isinya aku ingin mengajar dan tidak betah kerja di tempat yang sekarang. Kak Aang (Kakak iparku) langsung merespons nanti akan ditanyain ke teman-temannya

###

Besoknya saya dapat kabar kalau salah satu madrasah di Nangka Beurit ada lowongan tenaga pengajar namun honornya kecil. Saya katakan pada kakak bahwa honor yang kecil tidak masalah yang penting saya bisa keluar dari pekerjaan yang sekarang. Malamnya saya diajak ke lokasi mengajar dan bertemu sahabat kakak yang ternyata sahabatnya di organisasi pemuda tingkat kecamatan, kebetulan namanya sama Ust. H. Aang dan kak Ilham. Pertemuan saya dengan mereka berdua di Gazebo SMP betul betul melegakan hati, karena kami seperti sudah dipertemukan sebelumnya, kami ngobrol mengalir saja tidak ada sesuatu yang di tutupi. Saya sangat bersyukur karena mereka berdua menerima kehadiran saya, saya diberi keputusan bahwa seminggu lagi saya harus datang ke Nangka Beurit menemu Abah (Ayahnya Us. H. Aang), sementara saya kembali pulang dengan sejuta harapan walaupun saya tetap bekerja dulu selama seminggu dan memikirkan bagaimana  caranya untuk keluar dari pekerjaan tanpa harus bebrbohong walaupun sebenarnya saya sudah dekat dengan Bos.

###


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar